Informasi

Kawah Candra Gomuka

Kawah Candra Gomuka adalah bejana besar dengan airnya mendidih tempat penyiksaan bagi atma yang semasa hidupnya selalu berbuat asubha karma dengan berprilaku yang tidak baik. Kawah ini juga disebut : Kawah Goh, terdapat bhuta Ode-ode, bertubuh gemuk dengan kepala plontos berfungsi untuk meniup api di bawah jambangan. Kawah Candra Dimuka yang dalam lontar geguritan Bhima […]

Pura Kahyangan Tiga disebutkan dalam sejarahnya, pada abad ke-10 masehi merupakan awal konsep pura Tri Kahyangan (Pura Kahyangan Tiga) di Bali atas kesepakatan pertemuan besar antar berbagai sekte Hindu di Bali dengan mediator pemerintah yang berkuasa di Bali pada waktu itu. Pertemuan ini dilaksanakan di Pura Samuan Tiga yang menyepakati penyudahan konflik antar sekte Hindu […]

Kata kasta berasal dari bahasa spanyol atau portugis (casta) yang artinya pembagian masyarakat. Kasta yang sebenarnya merupakan perkumpulan tukang-tukang atau orang-orang ahli dalam bidang tertentu. Pembagian manusia dalam masyarakat agama Hindu (Bangsa-bangsa Kerajaan Nusantara). Dalam agama Hindu sebenarnya tidak ada atau tidak mengenal istilah kasta. Istilah yang termuat dalam kitab suci Veda adalah Warna. Apabila kita mengacu […]

Kembar buncing adalah kondisi dimana bayi kembar yang dilahrikan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, di beberapa daerah di Indonesia, khususnya di Bali yang masih menganut kepercayaan buruk tentang bayi kembar buncing dan keluarganya membuat aturan yang menyudutkan keluarga tersebut. Berikut sepenggal kisah tentang kebahagiaan, kesedihan, dan perjuangan dari keluarga yang memiliki bayi kembar buncing, cerita […]

Istilah “Tar Twam Asi” dan “Tri Hita Karana” sudah sejak lama kita dengar, tetapi hal itu masih berputar putar di dalam wacana saja, sedangkan pengamalannya masih minim sekali. Mengapa kita masih berputar-putar di wilayah wacana dan belum bersungguh-sungguh melaksanakannya? Tentu karena ada faktor X yang mengganjalnya. Diantara faktor X itu, faktor keturunan yang diramu dalam […]

Kalau berbicara masalah kerauhan, ini merupakan sebuah fenomena religi yang memang banyak kita saksikan ketika orang menggelar ritual keagamaan. Terutama pada konsep Dewa Yadnya atau odalan di pura. Ada anggapan masyarakat bahwa kalau orang ngodalin atau mekarya di pura, kalau tidak ada kerauhan, berarti Ida Bhatara tidak turun menyaksikan. Tapi ini kan tidak bisa dibuktikan. […]

Camre Berag merupakan tingkatan ilmu pengleakan yang sudah sangat tinggi. Dalam tingkatan ini orang yang sudah menguasainya dapat merubah wujudnya menjadi seekor anjing kecil (camre) kurus (berag) yang lehernya diikat dengan rantai dimana ujung rantai satunya lagi diikatkan ke sebilah bambu. Tingkatan ini sangat susah dicapai karena memerlukan ketekunan dan pengorbanan dalam mempelajarinya. Kisah yang […]

Apabila Anda pernah ikut mengantar pengantin ke rumah pengantin perempuan saat mejauman pada perkawinan adat Bali, mungkin Anda akan melihat pohon tebu yang diikatkan pada kendaraan yang mengangkut kedua mempelai. Lalu apa makna pohon tebu tersebut ?  Setelah upacara awiwaha samkara (ngayab banten pekeraban) selesai umumnya akan dilanjutkan dengan upacara mejauman. Pada upacara mejauman pihak […]

Silur bangbang (pengganti kuburan) merupakan rangkain ritual di Bali tatkala kuburan orang yang akan diaben dibongkar kembali untuk mengambil tulang yang yang bersangkutan. Ketika sudah selesai pekerjaan penggalian kuburan tersebut, maka di dalam kuburan dimasukkan, biasanya ayam hitam dan sesajen, sebagai penukar dari wadag (mayat) yang sudah di gali. Ada suatu keanehan tatkala masyarakat melakukan […]

Upacara Pemelepeh Linuh adalah yadnya yang dilaksanakan untuk : memohon keselamatan alam beserta isinya yang berkaitan dengan terjadinya gempa bumi (linuh) yang bertujuan untuk memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang bermanifestasi sebagai Sang Hyang Ananta Boga agar melimpahkan keseimbangan alam dan kesejahteraan umat manusia. Upacara ini sebagaimana yang dilaksanakan oleh kabupaten Badung Gelar […]