Lainnya

Makna dan Filosofi Lawar Di Bali

Lawar adalah masakan khas Bali yang umumnya terbuat dari  parutan kelapa yang dicampur dengan daging cincang (babi atau ayam atau penyu), bumbu Bali, dan tentunya darah setengah matang. Lawar merupakan masakan yang wajib ada dalam setiap kegiatan pesta adat masyarakat Bali. Karena tanpa lawar, makanan yang disajikan menjadi kurang lengkap. Selain enak, lawar sebagai makanan […]

Wayang "Leak", Wayang Calonarang

Wayang Calonarang juga sering disebut sebagai Wayang Leak, adalah salah satu jenis wayang kulit Bali yang dianggap angker karena dalam pertunjukannya banyak mengungkapkan nilai-nilai magis dan rahasia pangiwa dan panengen. Wayang ini pada dasarnya adalah pertunjukan wayang yang mengkhususkan lakon-lakon dari cerita Calonarang. Sebagai suatu bentuk seni perwayangan yang dipentaskan sebagai seni hiburan, wayang Calon […]

Asal Mula Lawar Merah

Lawar Merah hingga kini belum diketahui secara pasti dari mana asal usul dari makan khas Bali tersebut. Namun beberapa cerita mengemukakan bahwa Lawar Merah berasal dari para pemuja Bhairawa. Dimana saat itu, para pemuja Bhairawa melakukan pemujaan terhadap Shakti dari bhairawa dan para pengikutnya memuja aspek feminine dari Bhairawa yang terkenal dengan sebutan Bhairawi, sebagai […]

Mitos Bunga Kamboja Kelopak 4, 6, Dan 9

Selain bunga jepun atau bunga kamboja yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan ternyata bunga kamboja juga dihubung hubungkan dengan mitos yang terbilang mistis, diantara mitos yang populer yang sering didengar adalah mitos bunga kamboja dengan kelopak berjumlah 4, kelopak 6 dan kelopak 9. Pada umumnya bunga kamboja memiliki kelopak yang berjumlah lima, tapi dalam berbagai […]

Legenda Asal Mula Pulau Lembongan dan Ceningan Nusa Penida

Di Nusa Penida zaman dahulu dipimpin seorang Dukuh. Ia bernama Dukuh Jumpungan. Dukuh Jumpungan adalah ahli dibidang aristek, kelautan dan dikenal sakti mandraguna. Ia memiliki putra bernama Aji Dalem Sawang yang kelak menjadi raja di Nusa Penida. Dalem Sawang memiliki putra I Renggan dan I Renggin. Pangeran Renggan dan Renggin mewarisi kedigjayaan Dukuh Jumpungan khususnya […]

Kisah Dibalik Patung Dewa Ruci

Patung Dewa Ruci yang terletak di lintas persimpangan Nusa Dua, bandara ke Denpasar, Nusa Dua, bandara ke Tanah Lot dan Sanur ke Kuta, sehingga menjadi tempat arus lalulintas yang selalu padat, sehingga sebagian besar wisatawan yang datang untuk liburan ke Bali akan melawati jalur ini, sehingga banyak yang menyebut sebagai Simpang Siur, selalu padat dan […]

Kisah Taman Mumbul dan Manfaat dari Pancorannya

Inputbali,- Bagi masyarakat Desa Sangeh, Taman Mumbul merupakan lokasi suci yang digunakan untuk Upacara Melasti. Selain itu, kolam Taman Mumbul juga merupakan salah satu komoditi sumber air masyarakat Desa Sangeh untuk mengairi sawah dan memenuhi kebutuhan lainnya. Taman mumbul berada di sebuah kawasan wisata Desa Sangeh Abiansemal Kabupaten Badung. Taman ini terletak kurang lebih 1 km […]

Fungsi Dan Mitologi Alang-Alang (Ambengan) Dalam Hindu Bali

Banyak kisah cerita yang menguraikan dari fungsi alang-alang dalam agama Hindu. Seperti misalnya dalam naskah Siwa Gama, maupun dalam Adi Parwa. Termasuk pula beberapa kisah  dari para balian, bahwa alang-alang merupakan senjata ampuh yang mematikan yang sering digunakan berperang di alam gaib. Dalam naskah Siwa Gama dikisahkan, ketika perjalanan Bhagawan Salukat menemukan daun ilalang dalam […]

Mitos Janur (Busung) Sebagai Sarana Upakara Di Bali

Dibalik banyaknya fungsi dari janur sesuai dengan jenis-jenis janur, ada sekelumit mitologi sehubungan dengan janur. Dalam Usana Bali dikisahkan, Dewa Pasupati yang berstana di Gunung Maha Meru mengutus anaknya Dewa Putra Jaya serta Dewi Danuhuntuk pergi dan berstana di Bali. Beliau diharapkan menjadi junjungan bagi umat di Pulau Bali. Sebelum keberangkatannya ke Bali, Dewa Pasupati […]

Lontar Roga Sangara Bumi, Lontar Pertanda Dari Alam

Roga berasal dari bahasa Sansekerta berarti: penyakit, sakit, dan cacat badan. Sanghara /Samhara juga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti menarik kembali, meniadakan, rusak, lebur, kehancuran, pembinasaan (Mardiwarsito, 1981: 507). Kata bhumi dari bahasa Sansekerta masuk ke dalam bahasa Jawa Kuna, kemudian menjadi Bahasa Indonesia dengan perubahan ejaan menjadi bumi. Jadi ROGA SANGARA BUMI berarti menetralisir […]