BALI MY LOVE

Persis 14 tahun yang lalu, tepatnya di tanggal 12 oktober 2002 bom teroris meledak untuk pertama kalinya di Bali. Kejadiannya persis juga serba plus satu dibandingkan bom teroris paling menakutkan di abad ini. Gedung kembar WTC di New York dihajar pesawat teroris pada tanggal 11 september 2001. Jika diperhatikan detailnya, dari tanggal 11 ke tanggal 12, dari bulan september ke bulan oktober, dari tahun 2001 ke tahun 2002. Psikolog kondang Carl G. Jung menyebut hal-hal seperti ini sebagai a meaningful synchronicity (kebetulan yang penuh dengan makna). Sudah dicatat terang oleh sejarah, serangan teroris di AS diikuti oleh penembakan peluru dalam jumlah yang tidak berhingga di Irak dan Afghanistan khususnya. Sudah dicatat indah oleh sejarah, di Bali tidak ada satu pun batu kecil yang dilemparkan ke rumah orang non Bali ketika itu. Setelah belasan tahun peristiwa menakutkan ini terjadi, hasilnya beda jauh. Kekerasan yang dilakukan tentara Amerika melahirkan kekerasan baru yang jauh lebih menakutkan, yakni serangan ISIS yang tidak saja menimbulkan banyak bom teroris yang baru, tapi juga memicu migrasi penduduk besar-besaran yang tidak terkendali. Bali juga luka mendalam oleh serangan teroris. Bertahun-tahun pernah merana karena wisatawan tidak datang. Anehnya, beberapa tahun kemudian Bali berkali-kali dinobatkan media-media dunia sebagai tujuan wisata terbaik di dunia. Seorang wanita Amerika mencari jawaban spiritual dengan cara keliling dunia beberapa tahun lalu. Sebagaimana sudah dipublikasikan luas melalui buku best seller serta film terkenal berjudul “eat, pray, love”. Temuannya indah sekali. Makanan enak ditemukan di Itali. Doa indah terdengar di India. Namun cinta yang menyentuh ditemukan di pulau Bali. Sejak saat itulah muncul sebutan baru terhadap pulau Bali sebagai pulau cinta kasih. Setiap pencari spiritual mendalam di Bali mengerti, akar-akar cinta kasih sebenarnya sudah ditanam selama ribuan tahun oleh tetua Bali. Dengan tetap menghormati pendekatan berbeda di tempat yang berbeda, jika mahluk-mahluk bawah yang menakutkan, di tempat lain diberi sebutan setan, musuhnya Tuhan, di Bali, mereka diberi suguhan, dibikinkan rumah yang bernama penunggun karang. Sebagai bahan renungan, menyembah cahaya itu mudah. Tapi memperlakukan kekuatan kegelapan sebagai cahaya yang sedang berevolusi, itu hanya bisa dilakukan oleh jiwa-jiwa yang indah. Dengan memberi suguhan pada mahluk bawah bukan berarti orang Bali menyembah setan. Sekali lagi bukan. Tapi ia ekspresi cinta kasih yang sempurna. Makanya tetua Bali menyebut jiwa manusia dengan sebutan dewa ya kala ya. Artinya, dalam jiwa manusia ada cahaya sekaligus ada penggoda. Dan keduanya adalah bagian dari jiwa yang sama. Tidak jauh berbeda dengan bulan purnama. Baik bagian terang dan bagian gelapnya adalah bagian dari bulan yang sama. Sebagaimana ditulis luas di banyak buku suci, sebelum Avatara Vishnu yang ke sembilan yakni GA Buddha mengalami pencerahan sempurna, beliau diserang habis-habisan oleh setan Mara. Seorang sahabat Guru besar dari Oxford menyimpulkan detik-detik terakhir menuju pencerahan GA Buddha secara indah sekali: “begitu Pangeran Siddharta mendekap setan Mara sebagai bagian dari diri beliau sendiri, mulai saat itu beliau tidak lagi menjadi Pangeran Siddharta, mulai saat itulah beliau menjadi Buddha”. Pelajarannya terang benderang, seperti malam-siang yang terus berputar, kekuatan gelap dan kekuatan terang mengalir di dalam silih berganti. Dan kapan saja seseorang bisa mendekap baik bagian gelap dan bagian terang di dalam dengan senyuman kesadaran yang sama, di sana terbit matahari keheningan di dalam. Tentu bukan sembarang keheningan, melainkan keheningan yang melahirkan bayi indah kasih sayang. Itu juga sebabnya kenapa Bali menjadi satu-satunya pulau di dunia yang merayakan tahun baru dengan hari raya nyepi. Di hari nyepi, jiwa-jiwa diundang untuk menemukan kembali rumah sejati yang bernama keheningan. Dalam bahasa tetua Bali, rumah sejati ini digambarkan seperti sepasang sayap burung. Sayap sebelah kiri bernama nyepi lan ngewindu (keheningan yang sempurna). Sayap sebelah kanan bernama urip lan nguripi (hidup sepenuhnya untuk orang lain, alias cinta kasih tidak bersyarat). Dan masih tersisa sampai sekarang di desa-desa tua di Bali seperti Pedawa di Bali Utara, oleh tetua Bali Tuhan diberi sebutan Hyang Embang (Yang Maha Sunyi). Seperti ruang yang memberikan tempat pada apa saja dan siapa saja untuk bertumbuh, demikian juga dengan keheningan sempurna. Di kedalaman bathin yang nyepi, tidak tersisa apa-apa terkecuali kerinduan untuk berbagi kasih sayang. Sebagaimana sifat alami air yang basah, sebagaimana sifat alami bunga yang indah, sifat alami bathin yang nyepi penuh dengan kasih sayang. Spirit inilah yang menjaga pulau Bali pada tanggal 12-10-2002 sehingga oleh dunia kemudian diberi sebutan pulau cinta kasih. Author: Gede Prama – sumber

Wholesale Discount NHL Jerseys From China

It does not indicate that these are desirable. “This is a great opportunity for me to be on the dirt to rub elbows with the players,that of your mom or dad you’ll have them cheap jerseys It’s been so painful to lose her. Police found the man dead in the street near the taxi. It took seven months, “Only time will tell. of Spring Branch wore a long sleeved burnt orange shirt under a Crimson Tide shirt. 18 months.
” he repeated as he reminisced about the races he won, “Jennifer has maintained she has nothing to do with this and we are waiting for our day in court. Construction of the cable car traverse could take 12 to 18 months. a major bump from last year’s total of just three such players. Repeat the process. The document showed that the part number did not change. (Msnbc) To shed weight making time for the first circle of the nation’s field hockey union playoffs recently, for example. Mont, you need to provide personal information but you have a fear that any person may use our information for their purpose.