October 2016

Memahami Sumber Ajaran Agama Hindu (WEDA)

Pengertian Weda Sumber ajaran agama Hindu adalah Kitab Suci Weda, yaitu kitab yang berisikan ajaran kesucian yang diwahyukan oleh Hyang Widhi Wasa melalui para Maha Rsi. Weda merupakan jiwa yang meresapi seluruh ajaran Hindu, laksana sumber air yang mengalir terus melalui sungai-sungai yang amat panjang dalam sepanjang abad. Weda adalah sabda suci atau wahyu Tuhan […]

SENYUMAN SEBAGAI KECERDASAN

Suatu hari ada anak kecil sedang menggali pasir di pinggir pantai menggunakan tangannya yang juga kecil. Tatkala ditanya apa yang ia lakukan, dengan polos anak kecil ini menjawab: “saya mau memasukkan semua air samudera ke dalam sumur bikinan saya sendiri”. Seperti itulah nasib banyak manusia di zaman ini. Kehidupan dan Tuhan seluas samudera. Tapi pikiran […]

MENINGGALKAN CAHAYA DI BUMI

Menua itu adalah hukum alam, tapi menderita itu pilihan, demikian pesan yang sering diperbincangkan diantara jiwa-jiwa tua yang bercahaya. Semua tubuh pasti menua. Semua manusia akan melemah di usia tua. Tapi menderita, itu pilihan yang dibuat seseorang sejak mereka berusia muda. Sedihnya, kendati pesan ini diketahui oleh banyak sekali orang, sudah disebarkan ke banyak sekali […]

MAKNA KATA ASTUNGKARA, SVAHA DAN TATHASTU

Beberapa tahun belakangan ini kita sebagai orang Bali yang beragama Hindu mungkin sudah sering mendengar kata Astungkara, Svaha dan Tathastu. Namun kadang mungkin ada orang yang tidak tahu apa sebenarnya makna saat kita mengucapkan ke tiga kata tersebut dan kapan kita boleh mengucapkan kata tersebut. Astungkara berasal dari kata Astu dan Kara, yang mendapat sisipan […]

Canang Daun Berbentuk Segitiga Tidak Layak Dihaturkan ke Atas

Om Swastyastu ratu pandita, tiang metaken indik canang sari saking daun pisang. Napike canang sari punike patut napi ten? +628123648xxx Jawaban Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda: Kita lihat dari bentuk canangnya, kalau berbetuk segitiga atau tangkih, maka dari konsep Siwa Sidanta itu dinyatakan tidak layak dihaturkan ke atas. Karena dalam konstruksinya Siwa Sidanta, segitiga […]

Makna dan Renungan dalam Hari Raya Pagerwesi

Pagerwesi artinya pagar dari besi. Yang melambangkan suatu perlindungan yang kuat. Hari raya Pagerwesi sering diartikan oleh umat Hindu sebagai hari untuk memagari diri yang dalam bahasa Bali disebut magehang awak. Hari Raya Pagerwesi  jatuh pada Buda (Rabu), Kliwon, Sinta. Jika diperhatikan dengan seksama, ada kaitan langsung dengan Hari Raya Saraswati yang jatuh pada Saniscara (Sabtu), Umanis, Watugunung. Dalam […]

Hari Raya Pagerwesi Didahului dengan Rainan Soma Ribek dan Sabuh Mas

Di dalam budaya masyarakat Bali Utara (Singaraja ) Hari Raya Pagerwesi dilaksanakan dengan sangat meriah, hampir sama meriahnya dengan perayaan Galungan & Kuningan. Perayaan Pagerwesi dilaksanakan pada hari Budha (Rabu) Kliwon Wuku Shinta. Hari raya ini dilaksanakan 210 hari sekali. Sama halnya dengan Galungan, Pagerwesi termasuk pula rerahinan gumi, artinya hari raya untuk semua masyarakat, […]

Tri Sarira

Tri Sarira berasal dari tiga kata, “tri” artinya tiga, dan “sarira” yang artinya badan. Jadi tri sarira adalah tiga pembagian tubuh manusia  yang merupakan tempat tinggal dari Sang Hyang Atma. Adapun pengertian lain: Tiga lapisan/selubung mahluk hidup secara jasmani maupun rohani (Centanananda, 1999) Tiga unsur pokok lapisan badan ( Oka, 2009) Tiga badan ( Risikesa […]

Apa Itu Karma Phala

Karma Phala atau karma pala adalah konsep dasar dalam ajaran-ajaran agama dharma. Berakar dari dua kata yaitu karma dan phala. Karma berarti perbuatan/aksi, dan phala berarti buah/hasil. Karma phala artinya buah dari perbuatan yang telah dilakukan atau yang akan dilakukan. Karma phala memberi optimisme kepada setiap manusia, bahkan semua makhluk hidup. Dalam ajaran ini, semua […]