Informasi

Memuja Tuhan Melalui Arca (Archanam Sarva Pujanam)

Om Swastyastu Orang-orang yang kurang cerdas, sering menertawakan dan mencela umat Hindu yang memuja Tuhan melalui Arca dan menganggapnya sebagai tahayul bahkan tak jarang diberi label musryik dan menyembah berhala. Padahal kita juga sama-sama tahu bahwa tidak ada satu agama atau keyakinan apapun yang ada di dunia ini yang tidak memuja Tuhan melalui simbol; seperti […]

DEVI UMA (Selayang Pandang)

Om Swastyastu DEVI UMA adalah dari Sakti Deva Siva diberi nama sesuai dengan perwujudannya yang ganda, yaitu berwujud “santa” atau tenang, dan bersifat “raudra” atau “krodha”. Ketika dalam wujud santa, sakti Deva Siva ini disebut dengan Parvati, yaitu seorang devi dengan penuh kecantikan dan kasih sayang. Selain disebut dengan Parvati, juga disebut dengan Devi Uma […]

PIKIRAN YANG MENGIKAT, PIKIRAN JUGA YANG MEMBEBASKAN

Om Swastiastu Om Awignamastu Dunia mengikat kita dengan segala pesonanya. Tanpa kita sadari semuanya membuat kita amat tergantung. Semakin kuat ketergantungan kita terhadap pesona duniawi membuat kita sulit melepaskan ikatan ini. Jika kita renungkan ternyata semuanya berawal dari pikiran, hanya pikiranlah yg menyebabkan kita terikat pesona duniawi. Memang tidak dipungkiri semasih hidup di dunia kita […]

LOBHA

“Keserakahan diobati dengan cara bersyukur” Salah satu musuh di dalam diri adalah keserakahan. Keinginan untuk memiliki lebih dari apa yg kita miliki. Sudah punya satu ingin punya dua, begitu seterusnya. Jika ini kita ikuti apalagi sampai melakukan cara-cara yang bertentangan dengan dharma. Tidak hanya kesengsaraan yg akan kita terima sudah pasti karma buruk menimpa kita. […]

KRODHA

KRODHA “Kemarahan diobati dgn kasih sayang, belas kasih, dan keikhlasan” Om Swastiastu Om Awignamastu Diskusi di group Hindu umumnya bicara tentang Tuhan, Dewa, dsb yg bersifat ke luar diri. Jarang yg membahas ajaran ajaran ke dalam diri seperti sad ripu, dsb. Padahal dgn mempelajari dan berlatih ke dalam justru akan lebih baik saat diskusi ke […]

MATSARYA

“Penyakit Irihati di obati dgn kasih sayang” Om Swastiastu, Setiap manusia memiliki sifat sifat pikiran negatif dalam dirinya. Bahkan di sastra disebutkan sebagai musuh di dalam diri yaitu sad ripu. Pikiran iri hati adalah pikiran yg paling kotor. Iri hati sangat merusak kesadaran kita. Pengaruh iri hati membuat kita berpikir dan berbuat yg tidak baik. […]

Keterikatan Bikin Ketakutan, Kematian Bukan Proses Akhir

BALI EXPRESS, DENPASAR – Tantra adalah praktik mengalami, sedangkan laku adalah kitab agemannya, dan suara alam merupakan kidung dari bait-bait ayat sucinya. Jadi, ajaran di dalamnya lebih menekankan pada proses, dan hasil bukan menjadi hal yang penting. Peneliti Budaya dan Penulis Buku Tantra, Ketut Sandika, S.Pd.,M.Pd, mengatakan, diri yang selalu tertuju pada hasil, niscaya mendatangkan […]

Banten Bagi Umat Hindu adalah Buah Pemikiran Lengkap dan Bersih

BALI EXPRESS, DENPASAR – Dalam kehidupan sehari – hari, masyarakat Bali (Hindu) sangat lekat dengan bebantenan. Banten dikatakan sebagai prasarana dalam mewujudkan bhakti ke pada Tuhan. Benarkah? Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Yaska Charya Manuaba memaparkan, banten adalah persembahan dan sarana bagi umat Hindu mendekatkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Banten, lanjut sulinggih […]

Diyakini Sebagai Titik Sentral, Baik untuk Rapat Saat Pemacekan Agung

BALI EXPRESS, DENPASAR – Kegiatan masyarakat Hindu di Bali sangat kental dengan makna filosofis. Tidak hanya kegiatan besar, kegiatan kecil sehari-hari pun biasanya menggunakan makna filosofis sebagi acuan dalam pelaksanaannya. Tanpa kita sadari, Pemacekan Agung jatuh tepat di tengah-tengah rentetan pelaksanaan Hari Suci Galungan. Rentetan pelaksanaan hari suci galungan dimulai sejak Tumpek Pengatag dan berakhir […]

Ini Makna dan Ritual Saat Hari Pemacekan Agung

BALI EXPRESS, DENPASAR – Pemacekan Agung adalah hari raya umat Hindu sebagai pemujaan terhadap Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Prameswara, yang dirayakan setiap Soma Kliwon Wuku kuningan. Hal itu dilaksanakan dengan menghaturkan yadnya untuk memohon keselamatan. “Sore hari (sandikala) menghaturkan segehan di halaman rumah dan di muka pintu pekarangan rumah yang ditujukan […]