January 2017

Filosofi Mepeed

Mepeed (atau Mapeed) merupakan tradisi parade iring-iringan sebagai salah satu rangkaian kegiatan upacara yadnya seperti halnya dalam beberapa kegiatan seperti Upacara Ngangget don bingin, diawali dengan tedung agung, mamas, bandrang dan lain-lain. Iring-iringan dengan gebogan dalam rangka piodalan di pura sebagai tempat suci umat Hindu. Lebih lanjut, mepeed dalam rangka piodalan tersebut bertujuan sebagai ungkapan […]

Memahami Makna Caru (Tawur)

Caru adalah kurban suci yaitu upacara yadnya yang bertujuan untuk keseimbangan para bhuta sebagai kekuatan bhuwana alit maupun bhuwana agung sebagaimana disebutkan dalam kanda pat butha sehingga dengan adanya keseimbangan tersebut berguna bagi kehidupan ini. Caru yang dalam sejarahnya disebutkan diawali dari terjadinya kekacauan alam semesta yang mengganggu ketentraman hidup sebagai akibat dari godaan-godaan bhuta […]

Asal Mula Metajen

Judi, merupakan hal yang sering dilakukan oleh manusia, selain karena hobby, juga ada yang menggunakannya sebagai sumber percarian kehidupan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, judi mulai diberantas. Salah satunya yakni sabung ayam. Namun tahukah anda dari mana asal mulanya sabung ayam tersebut? Dahulu kala sabung ayam tidak pernah dikenal umat Hindu. Sabung ayam merupakan pergeseran […]

Perceraian Menurut Hindu Di Bali

Hindu sebenarnya sangat melarang adanya perceraian antara suami dan istri, kecuali suami atau istri berkhianat dan tidak setia. Itupun tergantung pada konteksitas terhadap pelanggaran Satyeng Lhaki atau Satyeng Wadon. Menurut Reg Weda, sudah sangat salah kalau kita bercerai atau berpisah. Karena sudah melanggar Yadnya yang sangat susah dilakoni secara materiil, moril, dan spiritual. Perlu Mulat […]

Upacara Agnihotra Untuk Hindu Bali Atau India?

Dewasa ini seringkali kita mendengar upacara Agnihotra. Dalam Weda disebutkan bahwa upacara Yadnya Agnihotra adalah Yadnya tertinggi. Jadi, bagaimana sebenarnya pengertian dari Agnihotra? Menurut Sir Monier William tahun 1988, Agnihotra adalah istilah teknis upacara agama yang berasal dari bahasa sanskerta yang diberikan batasan sebagai berikut, Agnihotra adalah pengorbanan suci kepada api. Menurut Benyamin Walker, Agnihotra […]

Asal Mula Lawar Merah

Lawar Merah hingga kini belum diketahui secara pasti dari mana asal usul dari makan khas Bali tersebut. Namun beberapa cerita mengemukakan bahwa Lawar Merah berasal dari para pemuja Bhairawa. Dimana saat itu, para pemuja Bhairawa melakukan pemujaan terhadap Shakti dari bhairawa dan para pengikutnya memuja aspek feminine dari Bhairawa yang terkenal dengan sebutan Bhairawi, sebagai […]

Mengapa Leak Identik Dengan Kuburan

Seperti kita ketahui bahwa Leak Identik dengan Kuburan. Sehingga sering disalah artikan bahwa Leak adalah pemakan mayat dan Ilmu untuk meningkat ilmu hitam. Padahal itu adalah kesalahan besar. Leak sangat di Identikan dengan kuburan karena Kuburan adalah tempat yang ideal, karena selain sepi, kuburan juga adalah tempat suci. Ajaran Tantra umumnya adalah ajaran sangat rahasia, […]

Filosofi Dan Makna Lis Tirta

Lis adalah sarana yang digunakan untuk mencipratkan atau memercikkan tirtha atau air suci sebagai penyucian diri guna menjauhkan diri dari kekuatan negatif yang dapat mengganggu manusia dan tentunya bertujuan untuk kekuatan dan kesucian lahir bathin. Dalam tingkatan upacara yang lebih besar biasanya digunakan lis ageng/lis gede sedangkan dalam upacara biasa/kecil digunakan lis alit atau lis […]

Pengertian dan Makna Upacara Ngulapin atau Pengulapan

Upacara Ngulapin atau Pengulapan adalah upacara yang wajib dilakukan umat Hindu setelah mendapatkan musibah hal ini dimaksudkan agar orang tersebut tidak lagi di bayangi oleh kejadian yang sudah dialaminya dan lebih tenang ketika dia akan menjalani aktivitasnya setelah melewati pintu rumahnya. Ngulapin juga dapat bermakna menenangkan jiwa raga dan pikirannya. Ngulapin atau sering juga disebut […]

Filosofi Bija

Mawija atau mabija dilakukan setelah usai mathirta, yang merupakan rangkaian terakhir dan suatu upacara persembahyangan. Wija atau bija adalah biji beras yang dicuci dengan air bersih atau air cendana. Kadangkala juga dicampur kunyit (Curcuma Domestica VAL) sehingga berwarna kuning, maka disebutlah bija kuning. Bila dapat supaya diusahakan beras galih yaitu beras yang utuh, tidak patah […]