June 2017

MANUSIA BALI (MANUSIA HINDU) "MANUSIA PASUPATI"

Dalam Tutur Kanda Pat disebutkan ketika sang ibu dan sang ayah dalam pandangan matanya berkeinginan untuk melakukan senggama, maka pada saat itu benih janin sejatinya sudah terbentuk. Ketika bersengama terjadi pertemuan antara “kama bang” (benih wanita) dan “kama petak” (benih laki-laki) di dalam rahim sang ibu. Setelah delapan bulan dilakukan upacara “magedong-gedongan” memohon anugrah agar […]

Asal Mula nama TAINSIAT, TAMPAK GANGSUL, dan KALIUNGU

Dikisahkan Raja Mengwi bukan kepalang kesal hatinya karena daerah kekuasaannya direbut oleh I Gusti Ngurah Pemecutan dijadikan Kerajaan Badung. Raja Mengwi lalu meminta bantuan kepada Raja Buleleng, I Gusti Ngurah Panji Sakti. Beliau menyanggupi sambil berkata sedikit sesumbar “Apa itu kerajaan Badung hanya sebesar sarang ayam. Hanya dengan mengibaskan kancut pasti hancur olehku”. Singkat cerita, […]

Menyembuhkan Akar Kemarahan

Sebuah pekerjaan rumah umat manusia yang tidak selesai-selesai sejak dulu sekali adalah menyembuhkan akar kemarahan. Padahal, norma-norma agama sudah dibuat selama ribuan tahun, institusi penjara juga berumur ribuan tahun, ilmu psikologi yang berumur tua juga ikut mau menyembuhkan kemarahan, namun tetap saja kemarahan tidak menunjukkan tanda-tanda menurun. Dalam beberapa bagian, kemarahan manusia bahkan semakin parah. […]

PURA Mesti Punya PURANA

PURA bagi umat Hindu adalah benteng pertahanan. Pura sebagai tempat memuja leluhur atau memuja Dewa-Dewa sebagai manifestasi Hyang Widhi. Pura juga tempat belajar agama dan fungsi sosial lainnya di dalam masyarakat sedharma. Sebagai tempat suci, pura sangatlah dijaga kesuciannya sekala niskala. Sejak awal pembangunan sudah dimulai dengan unsur-unsur kesucian, seperti pemilihan hari baik (dewasa ayu […]

Galungan Kenapa "Nampah" Babi?

SULUH BALI – Setiap datangnya hari suci Galungan yang jatuh setiap enam bulan sekali selalu diidentikkan dengan nampah atau memotong babi. Babi merupakan salah satu hewan yang dipersembahkan dalam pelaksanaan Galungan. Bahkan disaat Galungan tiba masyarakat Hindu Bali selalu mentradisikan mepatung (patungan) untuk membeli daging babi dalam membuat persembahan yadnya. Daging babi juga merupakan bahan […]

Begini, Susunan Dasa Akasara dalam Tubuh Manusia

SULUH BALI, Denpasar – Setelah sebelumnya dijelaskan mengenai asal-usul dan susunan dasa aksara, berikut ini susunan Dasa aksara yang berada di dalam tubuh manusia. Tidak hanya berada di setiap penjuru dunia yang meliputi stana Dewata Nawa Sanga, sepuluh kekuatan aksara yang disebut dengan Dasa aksara ini juga menyatu pada organ-organ tubuh manusia. Begini susunannya dalam […]

Apa Itu Dasa Aksara? Begini Susunannya

SULUH BALI, Denpasar – Mendengar kata Dasa Aksara sering dikaitkan dengan ilmu kebatinan Bali yakni Leak, dimana ilmu ini disebut-sebut muncul sebagai kekuatan dari penggabungan dari sepuluh aksara suci ini. Tahukah anda apa sesungguhnya Dasa Akasara itu?, secara umum sesungguhnya dasa aksara merupakan sepuluh akasara suci Dewata Nawa Sanga yang menempati setiap penjuru mata angin. […]

Dewi Katyayani, Dewi Jodoh Dalam Agama Hindu

Dalam beberapa literatur Weda, kita akan menemukan banyak sekali dewa dan dewi yang berpasangan menurut nivid mereka masing-masing. Dalam sastra Weda ini disebut sebagai Swarupa Sakti, dan manusia juga memiliki hal yang sama, jadi dengan singkatnya bahwa setiap yang dilahirkan ke dunia pasti kelak akan menemukan pasangannya sendiri. Atau laki-laki akan berdampingan dengan wanita. Dalam […]

Mengenal Sosok Rangda Ing Girah "Reratuning Leak"

SULUH BALI, Denpasar – Ketika mendengar kata rangda maka terbayang lah pada sosok yang dipersonifikasikan dalam bentuk wajah yang menyeramkan. Di Bali rangda sendiri diwujudkan sebagai sosok angker yakni berambut terurai panjang, ubun-ubun mengeluarkan api, lidah terurai panjang dan berapi, mata mendelik dan gigi besar dengan taring tajam. Lalu bagaimana asal-usul rangda itu? Dan siapa […]

Tradisi Mebuncing Hyang Dong dan Hyang Ding

SULUH BALI, Amlapura – Tradisi unik secara turun temurun sebagai bagian dari budaya lokal dilaksanakan setiap setahun sekali  pada hari tilem kesanga di Desa Pakraman Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Tradisi unik itu disebut Mebuncing yang dilaksanakan dengan cara menyimbolkan kekuatan Purusa-Predana kedalam bentuk sepasang patung berwujud laki-laki dan perempuan yang kemudian dipertemukan dan  diupacarai […]