2017

Sejarah Meceki

Ceki adalah salah satu permainan kartu yang dianggap sudah menjadi tradisi sejak dulu. Permainan Ceki ini dulunya sering dimainkan oleh kaum wanita, tetapi juga digemari oleh kaum – kaum lain di Malaysia, Singapura dan Indonesia. Ceki atau Cekian, dan dibeberapa negara lain juga disebut koa atau pei adalah sejenis permainan kartu yang merupakan kegiatan berjudi tradisional […]

Pewarisan adalah hubungan hukum atau kaidah hukum yang mengatur hubungan hukum antara pewaris dengan ahli warisnya atas harta warisan yang ditnggalkan, baik setelah pewaris meinggal ataupun selagi pewaris itu masih hidup. Hubungan hukum ini merupakan kaidah-kaidah yang bersifat mengatur dan merupakan keadaan hukum yang mengakibatkan terjadi perubahan hak dan kewajiban secara pasti dan melembaga. Dengan demikian perubahan dan peralihan dari suatu bentuk […]

Bali telah  terkenal dengan kebudayaan oleh karena  keunikan dan kekhasannya yang tumbuh dari jiwa agama Hindu. Agama Hindu  yang merupakan roh  kebudayaan dan adat  luluh menjadi satu kedalam kreativitas masyarakat Bali. Setiap aktivitas  mengandung unsur-unsur  relegi didasarkan atas suatu getaran jiwa yang disebut emosi keagamaan. Emosi keagamaan  ini menjiwai  pula sistem keyakinan yang diturunkan melalui mitologi-mitologi dan dongeng-dongeng […]

Pada hukum adat Bali pengangkatan anak dikenal dengan beberapa istilah seperti meras pianak atau meras sentana. Kata sentana berarti anak atau keturunan dan kata meras berasal dari kata peras yaitu semacam sesajen atau banten untuk pengakuan / pemasukan si anak ke dalam keluarga orang tua angkatnya. Disamping istilah tersebut di atas ada pula yang memakai istilah atau menyebut dengan ngidih […]

Bagi masyarakat Hindu Bali, soal perkawinan mempunyai arti dan kedudukan yang khusus dalam dunia kehidupan mereka. Perkawinan dalam agama Hindu diharapkan menjadi sebuah hubungan yang kekal antara suami dan istri. Istilah perkawinan sebagaimana terdapat di dalam berbagai sastra dan Kitab Hukum Hindu (Smriti), dikenal dengan nama Wiwaha. Peraturan-peraturan yang mengatur tata laksana perkawinan itu merupakan […]

Perkawinan Pada Gelahang adalah salah satu sistem perkawinan di Bali yang berbeda dari biasanya karena baik suami maupun istri bertindak sebagai Purusa. Perkawinan Pada Gelahang tidak bertentangan dengan Adat Bali maupun Ajaran Agama Hindu. Adapun dampak secara nyata dari sistem perkawinan ini yaitu: pasutri memiliki beban ganda dalam melaksanakan kewajiban dalam Desa Pakraman seperti ayah-ayahan […]

Pura Lempuyang terletak di puncak Bukit Bisbis atau Gunung Lempuyang, Karangasem. Pura ini diduga termasuk paling tua keberadaannya di Bali. Bahkan ada yang memperkirakan sudah ada pada zaman pra – Hindu-Budha, yang semula bangunan suci terbuat dari batu. Pura Lempuyang merupakan stana Hyang Gni Jaya atau Dewa Iswara. Sejarah Pura Lempuyang Dalam buku terbitan Dinas Kebudayaan […]

Kawah Candra Gomuka adalah bejana besar dengan airnya mendidih tempat penyiksaan bagi atma yang semasa hidupnya selalu berbuat asubha karma dengan berprilaku yang tidak baik. Kawah ini juga disebut : Kawah Goh, terdapat bhuta Ode-ode, bertubuh gemuk dengan kepala plontos berfungsi untuk meniup api di bawah jambangan. Kawah Candra Dimuka yang dalam lontar geguritan Bhima […]

Jogor Manik (Sang Jogormanik) adalah Bhatara/Dewa dalam prabawaNya untuk mengadili atma, yang disebutkan Sang Jogormanik beliau berstana di Tegal Penangsaran sebagai bagian dari Tri Mandala Pura Besakih. Bila Atma mencapai Neraka, maka nerakanya berupa asap dan disambut oleh Jogormanik (Ida Bathara Jogor Manik) serta para wil sebagaimana disebutkan dalam sorga dan neraka dalam upacara ngaben. […]

Pura Kahyangan Tiga disebutkan dalam sejarahnya, pada abad ke-10 masehi merupakan awal konsep pura Tri Kahyangan (Pura Kahyangan Tiga) di Bali atas kesepakatan pertemuan besar antar berbagai sekte Hindu di Bali dengan mediator pemerintah yang berkuasa di Bali pada waktu itu. Pertemuan ini dilaksanakan di Pura Samuan Tiga yang menyepakati penyudahan konflik antar sekte Hindu […]